Kontak Kami

( pcs) Checkout

Dapatkan info bermanfaat seputar dunia softlens via blog artikel Info Promo dan Diskon bisa cek via Banner Slide
Beranda » Artikel Terbaru » 15 Mitos dan fakta seputar softlens yang perlu diketahui

15 Mitos dan fakta seputar softlens yang perlu diketahui

Diposting pada 28 November 2017 oleh tantri setyorini
Ilustrasi lensa kontak atau softlens. Photo credit: Shutterstock

Ilustrasi lensa kontak atau softlens. Photo credit: Shutterstock

Kalau Anda sedang membaca artikel ini, kemungkinan besar Anda sedang menimbang – nimbang untuk membeli lensa kontak atau mengganti kacamata dengan softlens. Artikel kedua ini menyambung ulasan artikel sebelumnya tentang pemilihan kacamata atau softlens.

Tentunya Anda juga sudah sering mendengar mitos kabar burung mengenai lensa kontak. Antara lain mengenai resiko penggunaan kontak lens.

Jangan heran kalau rumor – rumor menghebohkan seperti itu tak semuanya benar. Penggunaan lensa kontak dan softlens memang menimbulkan resiko, tetapi tidak lebih besar daripada kacamata.

Berikut ini kami tampilkan beberapa mitos salah seputar lensa kontak yang sering beredar di masyarakat serta fakta yang benar.

Mitos 1 : Softlens sulit dipasang dan dilepaskan.
Fakta: Hanya butuh satu menit dan tangan yang mantap.

Softlens memang tidak seperti kacamata yang bisa dipakai dan dilepaskan dalam satu detik. Tetapi memasang sofltens pada permukaan bola mata pun sebenarnya tidak sulit. Hanya dibutuhkan tangan yang mantap untuk melakukannya.

Yang menjadikan prosesnya sedikit lebih lama hanya karena Anda harus mencuci tangan terlebih dahulu dan memasang softlens dengan hati-hati.

Mitos 2 : Manula tidak cocok memakai softlens.
Fakta: Manula dengan gerakan motorik yang masih baik bisa menggunakan softlens.

Sekali lagi, hanya dibutuhkan tangan yang mantap untuk mengaplikasikan softlens pada bola mata dengan aman. Jadi anak-anak maupun manula yang gerakan motoriknya bagus bisa menggunakan softlens sendiri.

Mitos 3 : Softlens tidak nyaman digunakan.
Fakta: Hanya butuh beberapa kedipan agar mata terbiasa.

Penggunaan sofltens memang butuh penyesuaian, karena penggunaannya tepat di permukaan bola mata. Tetapi sebenarnya hanya butuh beberapa detik untuk menyesuaikan mata dengan softlens. Cukup kedip-kedipkan mata sampai terasa nyaman.

Selain itu beda dengan kacamata, softlens tidak meninggalkan bekas kemerahan di pangkal hidung atau rasa sakit karena berat bingkai di kedua sisi telinga.

Mitos 4 : Lensa kontak sulit dibersihkan.
Fakta: Bukan sulit, lensa kontak hanya perlu dibersihkan secara teratur.

Sebenarnya membersihkan lensa kontak tidak membutuhkan waktu yang lebih lama daripada membersihkan kacamata. Hanya saja pencucian memang harus dilakukan lebih rutin, yaitu setiap lensa kontak dilepaskan dan hendak disimpan kembali.

Mitos 5 : Softlens mudah lepas dari mata.
Fakta: Softlens melekat dengan nyaman di mata.

Lensa kontak model lama yang sedikit berat mungkin memang mudah terlepas dari mata. Namun saat ini softlens sudah dibuat dengan teknologi canggih dan bahan lunak yang mudah melekat di bola mata. Bahkan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP) yang bahannya tidak se-fleksibel softlens pun sekarang tidak mudah terlepas dari mata.

Mitos 6 : Menangis bisa membuat softlens lepas.
Fakta: Butuh air mata dalam jumlah besar untuk membuat softlens terlepas.

Softlens atau lensa kontak melekat pada permukaan bola mata, jadi dibutuhkan cairan dalam jumlah besar agar bisa merembes di antara lensa dan mata untuk membuatnya terlepas. Hal seperti ini lebih sering terjadi jika menggunakan softlens saat berenang.

Biasanya lensa kontak terlepas atau terselip di lipatan mata saat menangis karena si pengguna mengucek-ucek mata, bukan karena air mata yang menjadikan softlens licin.

Mitos 7 : Softlens bisa menempel permanen pada bola mata.
Fakta: Cairan tetes bisa melepaskan softlens yang sulit dilepaskan.

Softlens atau lensa kontak memang bisa menempel terlalu lekat pada bola mata jika kekurangan cairan. Bahkan air mata pun tidak membuatnya mudah lepas. Tetapi meneteskan cairan multi purpose dan menggerak-gerakkan lensa saja seharusnya sudah cukup untuk mengatasinya.

Mitos 8 : Softlens bisa meleleh jika berdekatan dengan sumber panas.
Fakta: Softlens dan lensa kontak tidak meleleh bahkan saat dimasukkan air mendidih

Ada urban legend yang menyebutkan tentang pemakai lensa kontak mengalami kebutaan karena lensa yang dipakai meleleh saat pesta BBQ. Cerita ini menimbulkan anggapan kalau pemakai softlens tidak bisa berada di dekat kompor, microwave, atau panggangan.

Faktanya, softlens dan lensa disterilkan di pabrik dengan proses ‘perebusan’ dan penguapan pada suhu 120 derajat Celcius. Kalau hal ini tidak bisa membuatnya meleleh, berdekatan dengan sumber panas juga tidak akan bisa membuatnya meleleh.

Logikanya kulit dan rambut akan terbakar lebih dulu sebelum lensa kontak meleleh. Bahkan anggota pemadam kebakaran yang mengalami gangguan penglihatan pun banyak yang memilih menggunakan lensa kontak saat bertugas.

Mitos 9 : Softlens bisa hilang di balik bola mata.
Fakta: Softlens hanya terselip di balik kelopak mata.

Selaput tipis yang disebut konjungtiva menutupi bagian putih mata dan terhubung ke bagian dalam kelopak mata, sehingga tidak mungkin lensa kontak hilang di balik bola mata.

Kondisi yang sering terjadi adalah lensa terlipat dan terjebak di balik kelopak mata atau terlepas karena pengguna menggosok mata. Hal seperti ini juga mungkin jika terjadi benturan terhadap mata (yang sangat jarang terjadi).

Meneteskan cairan multi purpose kemudian menggosok-gosok mata dengan kelopak tertutup akan membantu mengeluarkannya. Jika tidak berhasil, balikkan kelopak mata sehingga bagian dalamnya berada di luar.

Mitos 10 : Menggunakan lensa kontak bisa mengakibatkan masalah pada mata.
Fakta: Hanya butuh tetesan cairan multi purpose dan jeda penggunaan untuk menghindari gangguan pada mata.

Penggunaan lensa kontak atau softlens memang memiliki risiko infeksi dan iritasi yang lebih besar daripada kacamata. Mereka yang matanya sangat kering atau mudah iritasi bakal lebih rawan mengalami mata merah.

Tetapi hal ini bisa dicegah dengan meneteskan cairan multipurpose secara berkala. Selain itu mengistirahatkan mata dari lensa kontak beberapa kali sehari juga bisa mengurangi risiko.

Pastikan untuk selalu mencuci lensa sebelum pemakaian kembali untuk mencegah berkembangbiaknya bakteri.

Mitos 11 : Lensa kontak lebih mahal daripada kacamata.
Fakta: Lensa kontak tahunan lebih hemat daripada kacamata.

Jika Anda menggunakan lensa kontak sekali setiap hari, tentu biaya yang harus dikeluarkan lebih besar daripada sepasang kacamata. Namun sekarang sudah ada softlens yang bisa dipakai dalam hitungan bulan atau setahun. Harganya pun lebih murah daripada sepaket bingkai dan lensa kacamata.

Mitos 12 : Pemakaian softlens bisa mengakibatkan kebutaan.
Fakta: Penggunaan softlens dan kacamata yang tidak sesuai petunjuk bisa menyebabkan kebutaan.

Baik kacamata maupun softlens sama-sama mengandung risiko. Namun semua risiko ini bisa diminimalkan jika Anda mematuhi petunjuk penggunaan.

Sebagian besar kasus kebutaan karena penggunaan softlens terjadi karena pemakai memilih softlens yang tidak terjamin kualitasnya dan tidak disertai resep dari ahli mata.

Mitos 13: Lensa kontak hanya untuk mata minus.
Fakta: Lensa kontak bisa membantu mata minus, plus, silinder, maupun presbiopi.

Saat ini lensa kontak bisa dipreskripsikan untuk membantu mengatasi berbagai jenis gangguan penglihatan. Tak hanya mata yang mengalami rabun jauh. Mereka yang mengalami gangguan rabun dekat, presbiopi, maupun astigmatisme juga bisa dibantu dengan lensa kontak.

Mitos 14 : Semua jenis lensa kontak cocok untuk semua orang.
Fakta: Butuh persetujuan dokter mata atau ahli optik untuk memilih lensa kontak yang tepat.

Saat ini banyak softlens atau lensa kontak yang dijual bebas di pasaran. Namun tidak semuanya menawarkan produk berkualitas dan sudah memiliki izin beredar.

Jangan mudah termakan dengan iming-iming harga yang kelewat miring atau pilihan warna beragam saja. Pastikan produk memiliki izin resmi dan disetujui oleh ahli mata yang Anda kunjungi. Perhatikan pula ulasan dari para pengguna produk yang bisa Anda temukan di internet.

Mitos 15 : Softlens tidak bisa digunakan bersama makeup.
Fakta: Softlens bisa melengkapi riasan wajah.

Banyak selebriti yang menggunakan softlens saat ber-makeup, misalnya Rihanna dan Beyonce. Anda bisa menggunakan softlens sebelum atau sesudah riasan. Pilih yang paling nyaman untuk Anda.

Jangan memakai terlalu banyak riasan pada kelopak mata bagian dalam agar residunya tidak mudah menodai lensa.

Itulah deretan mitos dan fakta tentang softlens yang perlu Anda ketahui. Silakan menimbang kelebihan dan kelemahan softlens serta kacamata sebelum memutuskan untuk menggunakan salah satunya. Jangan mudah terhasut rumor yang tidak bisa dipastikan kebenarannya, terutama mengenai kesehatan mata.

Sumber: Eye Health CentralAll About VisionCooperVisioneMedicineHealthAmerican Academy of Ophthalmology

mitos dan fakta softlens

Bagikan informasi tentang 15 Mitos dan fakta seputar softlens yang perlu diketahui kepada teman atau kerabat Anda.

15 Mitos dan fakta seputar softlens yang perlu diketahui | SoftlensAngel.com

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
STOK HABIS
Rp 50.000
Habis
SIDEBAR