Kontak Kami

( pcs) Checkout

Dapatkan info bermanfaat seputar dunia softlens via blog artikel Info Promo dan Diskon bisa cek via Banner Slide
Beranda » Artikel Terbaru » Kenali penyebab mata minus – kelainan, gejala dan solusi mengatasinya

Kenali penyebab mata minus – kelainan, gejala dan solusi mengatasinya

Diposting pada 13 December 2017 oleh tantri setyorini
penyebab mata minus

Ilustrasi mata minus. Photo credit: Shutterstock

Mata minus dan silinder belakangan ini sangat sering dijumpai. Keduanya merupakan gangguan penglihatan atau kelainan refraksi yang paling umum terjadi.

Minus, plus, atau silinder bisa disebabkan karena berbagai hal. Khusus minus dan silinder merupakan jenis gangguan penglihatan yang paling sering diderita.

Cara yang bisa dipilih untuk membantu para penderita gangguan penglihatan ini agar bisa melihat layaknya orang-orang bermata normal pun bervariasi. Dan sebaiknya memang segera ditangani, karena imaji yang ditangkap mata adalah sumber 80 persen informasi bagi otak.

Berikut ini kita akan mencoba memahami berbagai jenis kelainan pada mata secara mendetail berikut solusi yang bisa diterapkan untuk mengatasinya.

Jenis-jenis kelainan mata

Rabun jauh (miopi/mata minus)

Rabun jauh adalah kelainan di mana penderitanya kesulitan memandang objek dari jarak jauh. Ini adalah kelainan refraksi yang paling sering terjadi.

Rabun dekat (hipermetropi/mata plus)

Kebalikan dari miopi, penderita rabun dekat justru kesulitan untuk memandang objek dari jarak dekat. Ciri-cirinya adalah harus menjauhkan objek hingga satu lengan agar terlihat jelas.

Astigmatisme (mata silinder)

Astigmatisme atau lebih sering disebut silinder adalah kelainan mata yang disebabkan tidak meratanya kelengkungan kornea atau lensa mata.

Presbiopi (rabun tua)

Sering disebut cacat mata tua atau rabun tua, merupakan penurunan ketajaman penglihatan karena usia tua. Biasanya terjadi secara bertahap dan menunjukkan gejala mulai usia 40-an.

Rabun senja

Rabun senja adalah gangguan penglihatan di mana penderita tidak dapat melihat dengan jelas dalam pencahayaan buruk. Ciri-cirinya adalah tidak bisa melihat dengan jelas di dalam ruangan gelap atau di malam hari.

Glaukoma

Gangguan penglihatan yang satu ini terjadi akibat peningkatan pada tekanan cairan mata yang berdampak pada syaraf mata. Bisa disebabkan karena tekanan darah tinggi (hipertensi), sumbatan di saluran air mata, atau konsumsi obat-obatan jenis kortikosteroid.

Buta warna (dyschromatopsia)

Gangguan penglihatan ini membuat penderitanya tidak bisa melihat warna tertentu atau tidak bisa membedakan satu warna dengan warna lainnya. Bisa terjadi secara parsial atau buta warna sebelah.

Konjungtivitis (pink eye)

Konjungtivitas disebut pink eye karena ditandai dengan bagian putih mata yang berwarna kemerahan. Disebabkan oleh peradangan pada konjungtiva, selaput tipis pelapis bola mata dan kelopak mata bagian dalam. Konjungtivitis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, alergi, atau reaksi terhadap benda asing.

Katarak

Katarak adalah gangguan penglihatan yang disebabkan karena selaput tipis pada bola mata. Selaput ini merupakan penumpukan protein yang disebabkan proses penuaan, diabetes, atau bawaan lahir. Katarak biasa ditemui pada lansia berusia di atas 60 tahun dengan beberapa kasus pada balita.

Arti mata minus

mata minus

Ilustrasi mata minus. Photo credit: Shutterstock

Mata minus sering digunakan untuk menyebut kelainan mata rabun jauh (miopi). Istilah ini merujuk pada ukuran dioptri. Tingkatannya dibagi menjadi miopi rendah (-0.5D sampai -3D), sedang (-3D sampai – 6D), dan berat (di atas- 6D).

Mata minus disebabkan karena kornea mata yang terlalu cembung, sehingga cahaya yang masuk ke mata tidak bisa difokuskan tepat di retina, tetapi jauh di depannya. Karena itulah, objek yang jaraknya jauh jadi terlihat kabur.

Gejala mata minus

Miopi atau mata minus bisa ditandai dari beberapa gejala umum, antara lain:

  • Sering memicingkan mata untuk melihat lebih jelas
  • Frekuensi kedipan yang tinggi saat mencoba melihat lebih jelas
  • Kesulitan melihat saat mengendarai kendaraan
  • Harus duduk dekat televisi, gadget, atau papan tulis agar pandangan tidak kabur
  • Mata sering tegang dan terasa lelah
  • Sering pusing
  • Sering mengucek-ucek mata

Gejala gangguan penglihatan pada anak

Karena masih sulit berkomunikasi atau mengkoordinasikan indera-indera yang dimiliki, anak kecil biasanya menunjukkan gejala yang berbeda jika menderita gangguan penglihatan. Berikut ini beberapa di antaranya.

  • Mengeluh pusing atau menangis sambil memegang kepala
  • Kelewat sering berkedip, mengerutkan dahi, memiringkan kepala, atau menutup sebelah mata
  • Kesulitan membaca
  • Sulit mengingat atau menggambar objek berdasar memori
  • Koordinasi tangan dan mata yang buruk
  • Tidak suka memperhatikan objek atau tontonan dalam waktu lama

Penyebab mata minus

Mata minus bisa disebabkan banyak faktor. Berikut ini kami tampilkan beberapa alasan yang paling umum.

Kebiasaan buruk

Penyebab mata minus terbesar adalah kebiasaan melihat layar televisi atau peralatan elektronik lainnya dalam jarak yang terlalu dekat.  Membaca dan menulis dalam jarak kurang dari 30 cm juga bisa membuat otot mata terbiasa mencembungkan kornea.

Faktor etnis

Salah satu penelitian ilmiah menemukan bukti bahwa 70 hingga 90 persen orang Asia menderita gangguan mata minus. Sementara itu, orang-orang Kaukasia (Eropa dan Amerika) hanya 30 sampai 40 persen, dan Afrika paling rendah, yaitu 10 sampai 20 persen.

Faktor genetik

Dalam beberapa kasus, mata minus diderita oleh anak-anak atau balita. Ini bisa disebabkan karena faktor keturunan. Biasanya faktor inilah yang menyebabkan minus tinggi.

Efek samping obat

Penyakit berat yang membutuhkan medikasi intensif biasanya disertai konsumsi obat-obatan yang bisa berdampak pada penglihatan karena tingginya dosis yang diberikan.

Penyebab mata minus pada anak

Sama seperti orang dewasa dan remaja, gangguan penglihatan rabun jauh pada anak bisa disebabkan karena faktor genetik atau kebiasaan buruk dalam menggunakan gadget.

Penyebab mata minus setelah melahirkan

Mata minus bisa terjadi setelah seseorang melahirkan. Ini disebabkan karena perubahan hormon saat hamil. Namun sebenarnya kasus ini jarang terjadi. Sementara itu, minus dan kebutaan yang disebabkan karena ibu mengejan saat melahirkan merupakan mitos belaka.

Dalam banyak kasus, mata minus pada ibu hamil disebabkan karena komplikasi diabetes atau tekanan darah tinggi. Namun kelainan ini pun biasanya bersifat temporer.

Penyebab mata minus sebelah

Mata minus biasanya memang memiliki derajat keparahan yang berbeda antara bagian kiri dan kanan. Ini merupakan hal yang wajar, terutama jika gangguan penglihatan disebabkan karena kebiasaan buruk dalam melihat objek. Bisa jadi Anda terbiasa membaca atau melihat layar gadget sambil tidur menyamping.

Arti mata silinder

mata normal

Ilustrasi mata silinder. Photo credit: Shutterstock

Mata silinder merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut penderita astigmatisme. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, kelainan ini disebabkan karena kelengkungan lensa mata atau kornea yang tidak merata.

Astigmatisme membuat cahaya yang masuk ke mata dibiaskan di dua titik fokus yang berbeda. Akibatnya objek yang dilihat tampak seperti berbayang. Sementara objek yang mengeluarkan cahaya kuat seperti sinar lampu akan terlihat bercabang.

Jenis–jenis mata silinder

Mata silinder ternyata memiliki banyak jenis, ditentukan berdasar tingkat keparahan, penyebab, dan bentuk refraksi.

Astigmatisme miopi sederhana

Cahaya yang masuk ke dalam mata dibiaskan ke dua titik fokus terpisah, satu di retina, dan yang lain di depan retina.

Astigmatisme hiperopik sederhana

Kebalikan dari astigmatisme miopi sederhana, pada astigmatisme jenis ini cahaya dibiaskan tepat di retina dan di belakang retina.

Astigmatisme miopi gabungan

Mirip dengan silinder pada astigmatisme miopi sederhana, tetapi fokus cahaya jatuh di depan retina dengan arah yang berlainan.

Astigmatisme hiperopik gabungan

Silinder yang satu ini membuat cahaya yang masuk ke mata dibiaskan di belakang retina dengan arah yang berlainan.

Astigmatisme campuran

Astigmatisme jenis ini membuat cahaya dibiaskan pada dua titik fokus, yang satu di depan retina dan satu lagi di belakangnya.

Penyebab mata silinder

Faktor genetik

Sejumlah penelitian menemukan bukti bahwa mata silinder merupakan kondisi bawaan yang disebabkan faktor genetik. Kemungkinan besar inilah yang menjadi penyebab silinder ringan bagi kebanyakan orang. Dan sebenarnya silinder kurang dari 1 merupakan kondisi yang normal dan tidak terlalu gawat untuk segera ditangani.

Kecelakaan

Mata silinder yang tidak biasa umumnya disebabkan oleh kerusakan serius pada mata atau goresan di kornea yang terjadi karena benturan atau kecelakaan.

Keratokonus

Penyakit mata ini mengakibatkan benjolan pada kornea, sehingga bentuknya mengerucut, bukan cembung seperti biasanya. Walaupun begitu, silinder karena penyakit ini sangat jarang terjadi.

Bantuan penglihatan bagi penderita gangguan mata

kacamata anti radiasi

Ilustrasi kacamata minus. Photo credit: Shutterstock

Penderita gangguan penglihatan bisa ditolong dengan penggunaan alat optik maupun prosedur bedah. Sementara suplemen vitamin yang diklaim baik untuk mata umumnya tidak dapat mengurangi minus atau silinder.

Sebab suplemen seperti ini hanya memberikan nutrisi bagi otot mata agar bisa bekerja lebih baik dalam mengatur kecembungan lensa mata dalam waktu yang relative singkat.

Koreksi mata secara permanen

Untuk mereka yang menderita gangguan penglihatan dan menginginkan solusi yang bersifat permanen, operasi bisa menjadi solusi. Operasi LASIK, LASEK, dan PRK (photorefractive keratectomy) akan menjadikan penglihatan normal kembali.

Untuk mereka yang menderita minus sedang hingga berat, bisa dilakukan pula implan lensa intraokuler (IOL) juga bisa dijadikan solusi permanen.

Tetapi harap diingat, operasi seperti ini memiliki risiko yang cukup besar. Hanya boleh dilakukan jika penderita sudah berusia 18 tahun dan sudah melalui pemeriksaan intensif. Kadang juga berisiko memunculkan jaringan parut pada kornea atau menjadikan mata lebih kering.

Kacamata

Untuk mereka yang menginginkan solusi lebih aman, kacamata bisa menjadi pilihan. Kacamata merupakan pilihan yang paling mudah dan tergolong minim risiko.

Selain itu, harganya pun lebih terjangkau, karena bisa dipakai hingga bertahun-tahun asalkan preskripsi mata tidak berubah.

Lensa kontak

Selain kacamata, lensa kontak atau kadang disebut softlens juga bisa menjadi solusi yang mudah dan terjangkau. Produk ini biasanya dipilih oleh mereka yang merasa kacamata kurang praktis untuk dikenakan dan tidak menunjang penampilan.

baca juga : 

Kacamata VS Softlens, Mana yang Lebih Baik?

Jenis-jenis softlens untuk penderita gangguan penglihatan

Softlens mata minus

Ilustrasi softlens untuk mata minus. Photo credit: Shutterstock

Lensa kontak atau softlens bisa dikategorikan menjadi tiga jenis jika dilihat dari kegunaannya bagi penderita gangguan mata.

baca juga : 

15 Mitos & Fakta Seputar Softlens Yang Perlu Diketahui

 

Softlens normal (plano)

Softlens untuk mata normal atau plano digunakan untuk mereka yang tidak memiliki cacat mata. Penggunaan softlens seperti ini biasanya lebih menitikberatkan pada fashion.

Perbedaannya terletak pada pilihan warna dan diameter, sebab tujuan utamanya memang untuk mempercantik warna atau menjadikan mata tampak lebih lebar.

Softlens minus

Softlens minus digunakan untuk membantu penglihatan para penderita miopi atau rabun jauh. Biasanya softlens jenis ini ready stock dari –0.5D sampai -6D dan hadir dalam berbagai warna cantik pula.

Sementara softlens dengan ukuran minus mencapai -10D hingga -20D biasanya dibuat secara khusus sesuai pesanan dan harganya lebih menguras kantong.

Softlens silinder (toric)

Softlens silinder umumnya lebih mahal daripada softlens untuk mata minus. Kebanyakan tidak ready stock, jadi harus dipesan jauh-jauh hari. Pre-order untuk softlens ini bisa diselesaikan rata-rata dalam 40 hari, tergantung kesulitan permintaan pelanggan.

Saat ini kebanyakan softlens silinder memiliki lensa bening alias tidak berwarna. Tetapi dengan perkembangan teknologi terbaru, dalam waktu dekat penderita astigmatisme sudah bisa menggunakan softlens toric dengan warna-warna menarik.

Demikian serba-serbi gangguan penglihatan mata yang sering dijumpai berikut cara untuk mengatasinya. Semoga dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk Anda.

Sumber: Alodoktere-Medicine HealthMeetDoctorEye Health CentralMediskus

 

penyebab mata minus

infographic penyebab mata minus

Bagikan informasi tentang Kenali penyebab mata minus – kelainan, gejala dan solusi mengatasinya kepada teman atau kerabat Anda.

Kenali penyebab mata minus – kelainan, gejala dan solusi mengatasinya | SoftlensAngel.com

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Best Seller
Rp 50.000
Ready Stock
Best Seller
Rp 75.000
Ready Stock
Limited Edition
Rp 70.000
Ready Stock
SIDEBAR